Omah

Rabu, 14 September 2016

Tips Keluar Kota Bareng "Serumah"

Hallo, minna san…
Gomenasai ya kalau saya lama enggak posting-posting lagi, karena emang lagi sibuk jalan keluar kota nyari inspirasi. Hehehe… kaya apaan tau. Eh… tapi beneran loh, saya baru aja traveling ke satu kota didaerah Jawa Tengah. Nanti deh saya bakal ceritain di lain season :p

Nah, ngomong-ngomong soal jalan-jalan, pastinya kalian bakal ribet nyiapin segala sesuatunya. Jadi ada baiknya kalau bikin rencana jauh-jauh hari, biar kalian bisa prepare sebaik mungkin. Jangan dadakan pokoknya, kecuali kalian mendadak dapat undangan interview kerja diluar kota.

Beberapa hal penting yang harus disiapkan dan tidak boleh terlupakan ketika travelling (apapun tujuan perjalanan nya), menurut pengalaman saya pribadi adalah sebagai berikut :
Obat-obatan - paling tidak kalian harus punya minyak gosok dan obat-obatan sederhana yang bisa kalian beli di warung tetangga.
☕Pakaian ganti - kalian bisa memilih-milih pakaian yang akan kalian bawa berdasarkan fungsinya, misalnya baju buat main ke pantai, baju tidur, dan pakaian formal kalau kalian punya tujuan mencari kerja keluar kota.
☕Pakaian dalam - ini penting, karena kesehatan badan kalian dipengaruhi juga oleh kebersihan pakaian dalam.
☕Sendal jepit – penting untuk keadaan gawat darurat seperti sendal cantik putus, highheel patah, sepatu robek atau ketika enggak nemu toilet umum tapi ketemunya sungai, mau nggak mau kalian pasti save sepatu terbaik kalian kan. Hehehe…
☕Perlengkapan perang – apaan ya ini? Hehehe… benda-benda yang  termasuk dalam kategori ini adalah sisir, handuk, perlengkapan mandi. Buat yang cewe jangan bawa makeup yang ribet, bawa aja sunblock, lotion, pelembab, bedak dan lipstick atau lipbalm aja sama parfum. Biar enggak berat bawaan kamu.perlengkapan mandi pun juga bawa aja perlengkapan yang paling penting, misal shampoo dan sabun, ga perlu bawa-bawa lulur mandi apalagi batu apung buat gosokin badan. Hehehe…
☕Oiya tiket transportasi dan ID card juga jangan sampai ketinggalan.
☕Terakhir, pahami alamat tujuan kamu. Sudah jelas apa tidak. Biar kamu tidak kesasar. Dan tidak akan menyusahkan ketika kamu hendak mencari tempat bermalam (pengecualian kalau kamu punya kerabat atau rekan yang tinggal di kota yang akan kamu tuju).
Nah, itu beberapa hal yang perlu kamu siapin.
Ngomong-ngomong soal bermalam, sekarang udah banyak aplikasi atau situs yang menyediakan informasi tempat bermalam, mulai dari kelas dan tarifnya. Beberapa platform menyediakan informasi dan booking tempat beserta jadwal dan booking tiket perjalanan. Tetapi tak semua orang bersedia menginap di hotel-hotel mewah seperti yang banyak ditawarkan oleh platform-platform penyedia jasa booking hotel yang merajalela. Tentu saja biaya menjadi alasan paling utama dalam pemilihan tempat menginap. Apalagi kalau memiliki rencana tinggal dikota orang dalam jangka waktu yang cukup lama (biasanya nih buat para mahasiswa, pencari kerja atau yang baru saja diterima bekerja).
Ini adalah tampilan beranda situs serumah.com
 yang saya capture dari ponsel

Pilihan fitur pada menu serumah.com
Beberapa orang memilih mencari kamar atau rumah sewa yang memang harganya lebih murah. Tetapi mencari kamar atau rumah sewa adalah hal yang tidak mudah. Kita harus banyak bertanya pada orang lain untuk lokasi nya, itupun kalau kita sudah punya kenalan. Dan itu pun tidak segampang seperti kita booking hotel yang bisa kita lakukan lewat aplikasi dari ponsel kita. Kita harus cek satu persatu lokasi kamar ataupun rumah sewa, apakah sesuai dengan dompet, lingkungannya sudah sesuai dengan keinginan kita atau tidak. Itu sungguh merepotkan bukan?!
Tetapi sekarang ada platform kece yang cocok buat kita-kita yang hobi jalan atau buat kamu yang sedang berencana bekerja atau menempuh pendidikan di kota lain. Namanya Serumah.
Kamu cukup mengunjungi situs platform Serumah dari ponsel kamu untuk mendapatkan informasi tempat sewa bahkan teman sekamar. Simple dan sangat mudah kan?! Di website Serumah kamu akan disuguhi 3 fitur utama, yakni :

🍬Submit room ad. Fitur ini buat para pemilik properti (kamar sewa, rumah sewa, apartemen) yang hendak menawarkan jasa sewa properti nya, tetapi sebelumnya pemilik properti diwajibkan melakukan registrasi akun terlebih dahulu.
      🍬Find room. Berfungsi untuk kalian yang akan mencari tempat sewa. Kamu bisa mengetik nama kota atau area yang kamu tuju dikolom yang tersedia. Lalu halaman akan loading dengan sendirinya dan menampilkan foto ruangan properti yang disewakan beserta harganya dan tanggal sejak kapan tersedia. Klik salah satu gambar yang telah kamu pilih, dan kamu akan mendapatkan informasi alamat lokasi, jenis properti, jumlah kamar, harga, fasilitas, alamat kontak pemilik properti, dan keterangan who lives here now yang meliputi jenis kelamin dan jumlah penyewa, total housemates, apa ada yang merokok atau tidak, perkiraan usia, status pekerjaan, keterangan attitudes dan tidiness. Lebih lengkapnya kamu bisa cari tahu dengan mengunjungi langsung situsnya.

🍬Search people. Digunakan untuk mencari dan menemukan teman sekamar. Pada menu ini, terdapat opsi people looking for a tenant dimana kamu bisa melihat profil akun si penyedia jasa sewa properti. Untuk memulai pencarian kamu ketik nama kota dikolom any, lalu klik tombol search. Akan muncul foto beberapa penyewa yang bisa jadi housemates kamu. Kamu tinggal pilih foto untuk melihat detail profil si penyewa, calon teman sekamar kamu. Ada nomer kontak yang bisa kamu hubungi diprofil tersebut. atau bisa mengirim pesan di kolom Hubungi Saya dibawah profil tersebut, kamu tinggal mengisinya dengan nama, email, no telepon dan isi pesan.
Ini lebih mudah ketimbang kamu harus mencari satu persatu teman sekamar dengan akun facebook, twitter, atau path kamu. Karena di platform ini semua orang memiliki tujuan yang sama, yakni menyewa ruangan dan mencari teman sekamar.
Sayangnya, platform ini belum menyediakan aplikasi khusus android. Tetapi fitur yang disuguhkan cukup memuaskan bagi kita yang memang memerlukan informasi kamar kost, rumah sewa atau bahkan apartemen. Kamu bisa kunjungi website-nya di serumah.com atau klik tautan ini Serumah.

Selamat berburu tempat dan teman sekamar yaaaaa…

Sabtu, 16 April 2016

Malam Yang Entah...

Malam, pukul sembilan kurang…
Setelah selesai membersihkan barang-barang yang berserakan di kasur, menata ulang benda-benda pada tempatnya…
Lalu menangis karena alasan tak berguna, tentu saja kau tahu itu apa…
Semua orang tahu, karena televisi, radio, majalah, dan buku banyak yang membicarakannya…
Maka tak heran, ia adalah primadona paling istimewa di seantero jagad raya
Kita tak pernah tahu alasan mengapa ia menjadi bintang sejagad
Yang kutahu hanya aku merasakan ketakutan akan kehilangan, keterlukaan pada orang-orang yang ku anggap menyenangkan…
Namun aku tetap tak mengerti, bagaimana dia bisa menyerang tubuhku, tahun demi tahun sepanjang usiaku, tanpa ada obat penenang, penghambat, penghilang, atau pun anti biotik terhadap penyakit ini ketika ia datang pada saat aku berhubungan dengan manusia lain yang beda jenis kelamin
Sudahlah… tak perlu dibahas
Semua tentangnya memang menjenuhkan
Aku pun muak
Aku pun merasa jengah
Kubuat diriku bebal karenanya
Agar tak lagi kumengoceh tak berguna tentang ia
Tahun ini, terjadi lagi, terulang kembali… ia datang seperti tak tahu dosa
Ia membuat pikiranku gila dengan sangat menyiksa
Terlalu hiperbolis memang
Lelah!
Ingin sekali aku pindah ke planet saturnus, mungkin… jika aku bisa… kau tahu kan sebabnya?! Tentu saja, ongkosnya terlalu mahal, aku tak sanggup membayarnya…
NASA terlalu mata duitan untuk urusan bersenang-senang… hahahahahahahaha….
Cukup! cukup sudah tertawa, berhenti sampai disitu saja!
Kita tak butuh NASA untuk keluar angkasa, karena seluruh jagad raya, isinya ada dalam pikiran kita…



10 / 10 / 2015
Di ambang kapuk tua yang berdebu

The First Journey to Batavia

Halo… Ogenki desuka?! I hope all of you are always okay. Lama sekali yah saya tidak meracau disini. Itu karena mood saya dalam menulis sedang hilang. Tottally lost. Hehehehe…

Nah, saya akan mulai meracau tentang perjalanan saya belakangan ini. First, I’am gonna telling you about my journey to Bali island. What is the purposes I went to that island?! Ummm… many reason that I couldn’t tell you. 

Yeay… I went to Bali by motorcycle. I stayed on Apple city, or we know it as Malang. I stayed in my close friend’s family. Just one night. And we went to Bali in the next day. 

By the way, kenapa saya malah meracau dalam bahasa British yah?! Wkwkwkwkwk… saya ingin semua orang bisa membaca semua racauan perjalanan saya dengan mudah. Karena objek pembaca saya adalah orang-orang dari bangsa saya sendiri yang nggak semua ngerti bahasa British. Tapi… biarkan mengalir begitu saja lah ya… mau ngomong pake bahasa apaan. Wkwkwkwkwk…

Bali

Saya lupa tanggal berapa tapi my diary save me. It gave me the information about the date when I went to Bali. January  07, 2016. Saya tidak kemana-kemana saat di Bali. Cuma pergi ke Tanah lot. Tapi saya tidak begitu menyukai pantai. Selain panas, pantai membuat saya tidak bisa”merasakan” nikmat Tuhan yang sesungguhnya. Itu tentu saja karena saya sibuk mengelap keringat. Hahahaha… tidak bisa menyeberang ke pulau kecil yang ada pura nya (yang katanya ada uler gede dan kura-kura tua didalem pura tersebut), sungguh, saya ingin melihatnya. Tapi air sedang naik. Tidak bisa melihat tari-tarian karena saya datang pagi. Dan partner saya bukan tipe orang yang punya jiwa bebas dan punya hobi berpetualang atau tertarik dengan budaya-budaya tradisional seperti itu. Totally I was bored in that island. Because I couldn’t go to anywhere. I have no friend much like here. I couldn’t found the information about ….%#$@zzzhdyet142638#$#@^*!)  yeah… you know lah! Even, I got failed on my trully purposes. Hiks… I hate that place, really. Everything is very expensive. Everything is very bored. Even I didn’t got beautiful or impression memories over there. But because something happened, I had to hided my bad feeling. And try to stayed during one month over there. *and sorry, there are no pict, cause i forgot to uploaded it.

Batavia

Sebulan kemudian, Mr. Fat ngamuk gara-gara saya nggak pamit pergi ke Bali. Dan meminta saya untuk mencari kerja di Batavia saja. Karena ia bilang ia akan membantu. Yah, dan memang he helped me. Really helped me. So,Iam really a sinner if I hurt him. I almost get a job overthere. Tapi dia sedang punya banyak rencana. So, I couldn’t stayed for a long time. I went to Batavia on March 11, 2016.  2 hari setelah hari ulang tahun saya. Actually, he asked me to came at my birthday but I couldn’t get a train ticket at that day. There is no chair. It means, All the ticket was sold out. So, I got the ticket at March 11, 2016. Itu juga karena saya pesen tiket nya mendadak. 

I bought Matarmaja train ticket. It is an economic train. It’s very cheap. The journey from Blitar to Batavia, I just spent 122.000 Rupiah for one chair. The train stopped in the last station named Pasar Senen. And I choosed to stopped at that station too. 

Kereta datang pukul 19.00 WIB di stasiun Blitar, dan nyampe Pasar Senen sekitar pukul 10 pagi. Daaann… taaa raaa.. he picked me up on the station. Of course lah. Hehehehe… Bdw, di stasiun ini kalau turun dari kereta, kita harus keluar melewati pintu keluar yang turun tangga naik tangga. Yupp! Pintu keluar dibikin semacam terowongan bawah tanah. Hal itu dilakukan untuk menghindari berjubelnya penumpang yang turun dan hendak keluar stasiun dengan penumpang yang hendak masuk untuk naik kereta. Sama kaya di stasiun Kota Lama - Malang. Naik turun tangga. Untuk yang baru pertama datang ke Batavia dan memilih berhenti di stasiun Pasar Senen, terus bingung buat nyari pintu keluar, gampang banget kok. Karena ada Papan nama gede banget yang bertuliskan EXIT atau pintu keluar. Lalu tinggal ngikutin orang-orang aja deh. Hehehe… atau kalau masih bingung, temukan petugas KAI dan  bertanya. Mereka bisa dipercaya. Sekarang Kereta Api aman kok. Dan menyenangkan. Juga di area stasiun. Tapi tetep berhati-hati ketika kamu sudah keluar dari stasiun. Karena, tetep, kejahatan ada karena kesempatan. Dan juga lebih baik lagi kalau kamu punya rekan atau kerabat disana yang bisa menjemput kamu. Karena ketika keluar, kalian akan dihadang para pasukan sopir taksi, ojek, dll. Bahkan makelar-makelar tiket masih saja merajalela di stasiun ini. Seperti kejadian saya. Baru nyampe dan mata melirik kekanan kekiri buat nyariin Mr.Fat, eh malah ditawarin mas-mas ojek pake bahasa jawa, Badhe teng pundi mbak? Monggo sareng kula mawon.” [Terjemahan:”Mau kemana mbak? Yuk mari sama saya sajah!”.] Yang ngeselin tuh yang kaya gini,”Mau kemana mbak? Malang, Surabaya, Jogya?”. Dalam hati saya,”Dengkulmu! Lha baru nyampe ditawarin tiket pulang.” Wkwkwkwkwk… Tuh kan, kosakata emperan toko-nya keluar. Wkwkwkwkwk… untung cuma dalam hati. Nah, begitu itu rayuan-rayuan gombal abang-abang makelar tiket. Duh… di stasiun gede yang udah save dan teratur begitu masih ada makelar-makelar tiket yang bikin pedes kuping. Susah ya emang ngatur orang-orang di Indonesia. Terlalu kreatif, sampai apa saja bisa dijadiin lahan pekerjaan. Mungkin Cuma di Indonesia aja yang namanya tiket kereta di-makelarin. *Plak *TepokJidat

Setelah ketemu Mr.Fat, saya menuju parkiran stasiun. Karena motornya diparkir disitu. Pake helmet biar save riding. Ternyata tempat dia dari stasiun lumayan jauh, sekitar 2 jam. Tapi kita sama sekali gak dapet macet. Bahkan saya diajak lewat jalan yang banyak pohonnya (enggak tahu sengaja apa emang jalannya ya itu. wkwkwkwk…) jadi gak panas-panas banget. Cuaca pun sedang dirundung mendung, jadi mendukung perjalanan kita dari stasiun Pasar Senen ke daerah Bintaro. Oiya, ternyata saya bisa juga turun di stasiun sebelum Pasar Senen. Tapi karena saya nggak pernah pergi kesana, saya memilih stasiun akhir aja yang lebih simple. Meskipun jadi agak jauh. Saya mendapat tempat buat stayed yang cukup aman, bersih dan menyenangkan. it means,he save me more. Hontoungejagain saya banget-banget. Kadang-kadang dia emang sedikit kuno kaya bapak-bapak. Hohohoho… dan itulah sebabnya, i trust him so much.

Kota Tua (Di Malam Hari)

Saya beristirahat sebentar dan malemnya kita jalan-jalan ke Kota Tua, kebetulan juga hari itu malam minggu. Cieee…. Dating. Hehehe.... Kota Tua  merupakan kompleks museum di Batavia tetapi tidak buka di malam hari. Hanya ada penjual jajanan, pernak pernik dan anak-anak muda nongkrong di tengah-tengah area yang dikelilingi bangunan-bangunan museum. Karena hari itu malam minggu, tempat itu dipadati pengunjung. Manusia-manusia berjubel kaya abon sapi didalam kue pastel. Panas menyengat, padahal malam hari. Ada banyak food court  yang menyajikan makanan-makanan menggoda lidah. Tapi perut saya sudah kenyang karena makan dulu sebelum berangkat. Tidak ada tontonan yang menarik menurut saya. Hanya anak-anak muda (yang kata Mr.Fat biasanya orang-orang pendatang yang nyari hiburan) nongkrong dan duduk-duduk. Ada yang nyanyi-nyanyi bawa gitar, dan ada beberapa orang (atau mungkin bisa disebut band) yang kemungkinan musisi jalanan memainkan lagu-lagu bernuansa keroncong atau sunda gitu. Sebenarnya sepintas musik mereka manis dan keren. Tetapi saya tak bisa melihat performa jalanan mereka karena padatnya pengunjung. Banyak yang dijual disana, disepanjang jalan-jalan setapak di area Kota Tua. Dari pita rambut, tongsis sampai games murahan berhadiah ponsel keren (yang ga tau tu ponsel nyala atau enggak). Dari es durian sampai kerak telor. Pokoknya makanan-makanan unik yang belum terjebak dalam mulut saya atau bahkan mulut kamu, ada disana. Soal harga, saya kurang tahu, mungkin standar atau bahkan lebih murah karena pas saya beli kerak telor di tempat lain kata Mr.Fat harganya bisa lebih murah ketika beli di Kota Tua. Oiya ada juga orang-orang yang menyediakan jasa poto hantu. Jadi beberapa orang berdandan ala hantu wanita eropa, dan kalian bisa berfoto bersama mereka dengan bayaran sukarela. Sayangnya saya malas waktu itu karena terlalu ramai. Oiya ada jasa pijit juga loh. Untuk orang-orang yang tebal muka aja sih kayanya, secara pijitnya di pinggir trotoar. Dan bareng-bareng 3-4 orang. Pokoknya yang dijual disana banyak deh. Mungkin ada juga yang jual diri diam-diam. Wkwkwkwkwk… 

Minggu pagi, saya kembali kesana karena memang tujuan kita adalah Museum yang memang terletak di Kota Tua. *lagi-lagi, tidak ada pict di kota tua di malam hari, karena kamera kami tidak mendukung pencahayaan pada malam hari.

Museum Taman Prasasti


Museum ini tak jauh dari kompleks museum yang ada di area Kota Tua. Dan kami berhenti di museum ini dulu sebelum menuju museum-museum lain. Sebenarnya museum ini merupakan museum batu Nisan yang diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin tahun 1977 (saya belom lahir. Hiks…). Di depan museum kita “dihadang” oleh dua kereta kuno keraton di sisi kanan dan kiri pintu masuk. Enggak tahu juga kereta peninggalan kerajaan apa dan darimana. Enggak ada tulisan yang menunjukkan informasi dan saya juga lupa enggak bertanya-tanya. Harga Tiket Masuk (HTM) cuma 5000 rupiah per orang. Didalam banyak sekali batu-batu nisan kuno. Tentu saja yang ada di museum ini cuma batu nisan tidak ada jasad dibawahnya. Enggak tahu juga sih kalau masih ada jenasah dibawah makam-makam tersebut, karena museum tersebut memang dibangun diatas makam kuno jaman Belanda, sekitar abad ke 18. Makam ini sendiri beroperasi sejak tahun 1795, dikenal sebagai Kebon Jahe Kober. Sepertinya beberapa jenasah memang sudah diambil oleh keluarganya dan dibawa ke negara asalnya. Tetapi mungkin juga masih ada yang ditinggal disitu. Tetapi kebanyakan adalah nisan para tokoh atau pejabat atau orang-orang hebat di jaman Belanda karena makam ini awalnya memang diperuntukkan bagi kaum bangsawan. Saya mendapati batu nisan milik seorang arsitekstur, ahli sastra dan arkeologi, istri Thomas Raffles dan juga Soe Hok Gie (pasti sudah banyak yang tahu kan).Untuk arsitekturnya, jelas banget kalo nisan-nisan tersebut bergaya Eropa Klasik. Dengan model seperti peti yang ada tutupnya dan bagian atasnya sedikit miring vertikal. Kalau kamu pernah nonton film horror lama DRACULA adaptasi novel Bram stokker, kira-kira bentuk makamnya sama persis dengan peti-peti batu tempat tidurnya si vampir betina. Beberapa nisan ada yang bentuknya biasa tapi dengan ukuran super besar dan dengan ukiran-ukiran tulisan sebagai informasi siapa yang “menghuni” makam dengan nisan-nisan tersebut. Mungkin museum ini terdengar horor (meskipun kebanyakan museum memang memiliki kisah-kisah mistisisme-nya sendiri), namun didalam museum ini sangat sejuk. Pohon-pohon banyak yang tumbuh damai di sini. Beberapa pengunjung juga sibuk berkeliling dan berfoto-foto, seringnya lokasi ini memang dijadikan tempat favorit bagi pecinta fotografi. Banyak disain arsitektur yang “nyeni” banget disini. Banyak patung-patung malaikat di kanan kiri makam, dari yang duduk hingga berdiri, dari yang berwajah gembira hingga sedih. Ada patung Bunda Maria (karena masyarakat Eropa memang kebanyakan berkeyakinan Kristiani), patung perempuan menangis (yang menarik hati saya karena patung ini seolah hidup dan menangisi jiwa-jiwa yang meninggalkan jasadnya didunia). Patung perempuan menangis ini lebih tinggi dari saya kemungkinan disamakan dengan postur badan orang-orang Belanda, rambutnya pun dibuat ikal dengan dress panjang tanpa lengan, khas pakaian orang Eropa. Oh iya ada patung perempuan yang telungkup di lantai didepan dua peti mati yang pernah membawa Jenasah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta. 


Ada juga nisan yang dibangun dengan sebuah patung biola diatasnya, kemungkinan nisan tersebut milik seorang violinist. Juga patung pastur yang lumayan gede di tengah-tengah makam. Sayangnya saya tak bisa mengambil gambar didepan patung ini karena terlalu terang, silau karena cahaya matahari. Eh, ada juga nisan dengan ukuran super gede (udah cocok buat papan tulis) yang ada patung tengkoraknya, sekilas serem tapi saya rasa ini simbolik aja (karena memang orang-orang Eropa punya selera seni dan filosofi yang tinggi), yang bertujuan agar manusia yang hidup selalu ingat kalau mereka ini hanya rangka, tengkorak buruk rupa ketika mati, sehingga senantiasa bersikap rendah hati. Kabarnya tempat ini pun berhantu, tetapi saya tak menemukan kisah-kisah mistis yang tertulis di Internet. Dan saya hanya merasakan kedamaian dan sejuk saya ditempat ini, tidak ada perasaan merinding atau apapun. Buat lokasi foto pra-wedding cakep nih. 

Museum Fatahillah

Museum Kesejahteraan Jakarta atau dikenal dengan Museum Fatahilah. Masih disekitaran area Kota Tua. Harga Tiket Masuk hanya 5000 rupiah per orang. Murah kan?! Isinya? Tentu saja benda-benda kuno peninggalan kaum Nederland yang dipakai sebagai properti pmerintahan pada jaman kolonial. Mulai dari meja, lemari, kursi dan bahkan penjara wanita. Ada toko pernak pernik disini. Tapi kalau mau nyari pernak pernik mending di luar museum karena bisa jadi lebih murah. Saya sendiri ga beli apa-apa, karena saya memang tidak bermaksud berwisata tetapi hanya ingin menjelajah dan merasakan kembali bagaimana aura jaman penjajahan Belanda lewat benda-benda dan ruangan tersebut. Karena hari Minggu, jadi museum padat penduduk, padahal suasana museum enak banget buat berimajinasi dan mengarang-ngarang cerita bersetting penjajahan Belanda. Hehehehe…(again ! no pict here. cause we have been tired, kita banyak duduk-duduk didalam museum yang dingin dan collect our energies for walking in the next museum)

Museum Wayang


Next, Museum Wayang di tiket nya namanya Museum Seni Indonesia. Masih juga berada di area Kota Tua. HTM 5000 rupiah. Jadi berkunjunglah ke museum agar benda-benda tersebut bisa terurus dan adek-adek kecil bisa mengenali “mereka” satu persatu. Hohohoho…

Di museum ini, semua serba wayang. Dari yang kecil, butut, sampai yang big size. Koleksi nya banyak sekali. Ternyata oh ternyata jenis wayang sendiri ada banyak sekali. Dan terus terang saya gak hafal. Tapi ada brosur yang nyebutin beberapa jenis wayang yang dimiliki museum ini. Tapi ga usah saya sebutin aja, nanti wikipedia gak laku. Hehehehe… 



Gedung Museum Wayang awalnya adalah bangunan gereja yang dibangun tahun 1640 (belom lahir saya). Namanya dulu de Oude Holandsche Kerk (nyontek brosur dulu. Hehehe…). Tahun 1732 diganti namanya menjadi de Nieuw Holandsche Kerk dan pernah hancur akibat gempa bumi. Lembaga yang menghandle Pengetahuan dan kebudayaan Indonesia finnaly bought this build dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia. Tanggal 22 Desember 1939 lantas dijadikan Museum dengan nama Oude Bataviasche Museum dan tahun 1957 diserahkan pada Lembaga Kebudayaan Indonesia. Pertanggalan masih berlanjut, hehehe… tanggal 17 September 1962 diberikan pada Departemen P dan K lalu diserahkan kembali pada pemerintah DKI 23 Juni 1968 untuk dijadikan Museum Wayang. Tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan oleh Gubernur DKI yang paling fenomenal hehehe… Bp. Ali Sadikin. Anddd the museum mendapat perluasan bangunan dari bantuan bapak Probosutedjo pada 16 Sepetember 2003. Oiya… keluar museum saya sempat diajak nyicipin es selendang mayang, yang gurih enak seger banget dan murah meriah. Bisa dicoba kalau kamu baru pertama kali jalan-jalan kesini. 

Pelabuhan Sunda Kelapa

Gak tahu kenapa saya pengen kesini ketika ditawarin untuk mampir dan dikasih tahu kalau ini pelabuhan tertua di Batavia. bayar retribusi 3000 rupiah untuk pengendara motor. Isinya ya Cuma laut yang gak keliahatan lagi ujungnya karena ketutup kapal-kapal besar. Dan juga beberapa bangunan bertingkat yang… yeah.. its fuck and destroy the beautiful scenery in the port. Ada beberapa pengunjung yang nampak sibuk berfoto-foto. Yah disini apalagi kalau bukan untuk berfoto-foto. Karena memang tidak ada lagi sesuatu yang bisa dilihat. Dan apalagi saya… Cuma karena penasaran saja. Tapi yah… dari sini saya jadi gak benci-benci amat sama Batavia. Karena ternyata disana masih menyimpan beberapa lokasi yang “tempoe doeloe” bangeut. Dan tempat-tempat seperti inilah yang merupakan oase buat mereka yang muak sama segala sesuatu yang sifatnya menjenuhkan, hedonisme, konsumerisme, modernisasi etc. *(lagi-lagi tidak ada pict, karena kita cuma muter-muter sebentar didalem pelabuhan)
Ragunan 


I swear, this is a funny place kecuali kamu aktivis pro fauna. Hohohoho…  sebenernya sih cuma liat gorila dan monyet-monyet aja. Engga tahu kenapa Mr. Fat suka banget sama binatang ini. Padahal pingin banget liat zebra, gajah dan kuda nil tapi enggak keburu cause hujan turun, hix…. Seneng lagi kalau ada Jerapah. Sudah lama enggak liat jerapah sejak terakhir kali ke zoo (dan itu juga waktu SD). 20 ribu udah dapat tiket masuk berupa kartu, yang bisa dipake untuk 2 orang dan langsung habis termasuk ke kandang gorila.

Taman Mini Indonesia Indah

Jangan Kesini!!! Sumpah ini satu-satuya tempat yang saya nyesel banget banget nget nget nget. Masuk nya mahal. 10.000 per orang ditambah motor 6000 rupiah. Udah gitu untuk menikmati wahana pun harus biaya lagi yang mahalnya ampun-ampunan. Naik kereta aja 30.000 rupiah dan Cuma beberapa menit aja. Sumpah ini mahal!!!. Ini baru kereta biasa belom kereta gantungnya. Udah gitu jelek banget. Kotor dan nggak indah sama sekali. Setelah badmood gara-gara kereta ini, acara berfoto di rumah-rumah adat jadi membosankan. So, jangan mengunjungi tempat wisata ini kecuali pemerintah DKI menurunkan harga tiket TMII hehehehe… atau jika kamu siap dengan dompet yang cukup tebal. 

Planning ke lubang buaya pun gagal akibat waktu yang mepet untuk pulang…
Nah… sekian acara jalan-jalan saya. Yang serius-serius dan tujuan awal saya ke Batavia gak usah diceritain. Hohohoho… 

Oiya untuk kuliner, saya cuma sempat nyicipin es selendang mayang (udah saya ceritain sedikit diatas), es durian yang enak banget, ketoprak yang mirip gado-gado rasanya (dan dibeliin ketoprak yang namanya double Xl, sumpah banyak banget isinya) sama kerak telor yang gurih-gurih enek dan agak mahal  (menurut saya kerak telor ini bisa dimakan pake saus cokelat, karena memang rasanya yang gurih mirip kue kering atau martabak telor, karena topingnya cuma abon dan serondeng aka parutan kelapa yang digoreng jadi rasanya datar. Tapi Mr.Fat bilang enggak enak pake cokelat dan kita masih memperdebatkan hal itu. *silly), tapi overall enak semua. Hohohoho…




so, enough for today. Thanks for reading…