Omah

Sabtu, 16 April 2016

Malam Yang Entah...

Malam, pukul sembilan kurang…
Setelah selesai membersihkan barang-barang yang berserakan di kasur, menata ulang benda-benda pada tempatnya…
Lalu menangis karena alasan tak berguna, tentu saja kau tahu itu apa…
Semua orang tahu, karena televisi, radio, majalah, dan buku banyak yang membicarakannya…
Maka tak heran, ia adalah primadona paling istimewa di seantero jagad raya
Kita tak pernah tahu alasan mengapa ia menjadi bintang sejagad
Yang kutahu hanya aku merasakan ketakutan akan kehilangan, keterlukaan pada orang-orang yang ku anggap menyenangkan…
Namun aku tetap tak mengerti, bagaimana dia bisa menyerang tubuhku, tahun demi tahun sepanjang usiaku, tanpa ada obat penenang, penghambat, penghilang, atau pun anti biotik terhadap penyakit ini ketika ia datang pada saat aku berhubungan dengan manusia lain yang beda jenis kelamin
Sudahlah… tak perlu dibahas
Semua tentangnya memang menjenuhkan
Aku pun muak
Aku pun merasa jengah
Kubuat diriku bebal karenanya
Agar tak lagi kumengoceh tak berguna tentang ia
Tahun ini, terjadi lagi, terulang kembali… ia datang seperti tak tahu dosa
Ia membuat pikiranku gila dengan sangat menyiksa
Terlalu hiperbolis memang
Lelah!
Ingin sekali aku pindah ke planet saturnus, mungkin… jika aku bisa… kau tahu kan sebabnya?! Tentu saja, ongkosnya terlalu mahal, aku tak sanggup membayarnya…
NASA terlalu mata duitan untuk urusan bersenang-senang… hahahahahahahaha….
Cukup! cukup sudah tertawa, berhenti sampai disitu saja!
Kita tak butuh NASA untuk keluar angkasa, karena seluruh jagad raya, isinya ada dalam pikiran kita…



10 / 10 / 2015
Di ambang kapuk tua yang berdebu

The First Journey to Batavia

Halo… Ogenki desuka?! I hope all of you are always okay. Lama sekali yah saya tidak meracau disini. Itu karena mood saya dalam menulis sedang hilang. Tottally lost. Hehehehe…

Nah, saya akan mulai meracau tentang perjalanan saya belakangan ini. First, I’am gonna telling you about my journey to Bali island. What is the purposes I went to that island?! Ummm… many reason that I couldn’t tell you. 

Yeay… I went to Bali by motorcycle. I stayed on Apple city, or we know it as Malang. I stayed in the my close friend’s family. Just one night. And we went to Bali in the next day. 

By the way, kenapa saya malah meracau dalam bahasa British yah?! Wkwkwkwkwk… saya ingin semua orang bisa membaca semua racauan perjalanan saya dengan mudah. Karena objek pembaca saya adalah orang-orang dari bangsa saya sendiri yang nggak semua ngerti bahasa British. Tapi… biarkan mengalir begitu saja lah ya… mau ngomong pake bahasa apaan. Wkwkwkwkwk…

Bali

Saya lupa tanggal berapa tapi my diary save me. It gave me the information about the date when I went to Bali. January  07, 2016. Saya tidak kemana-kemana saat di Bali. Cuma pergi ke Tanah lot. Tapi saya tidak begitu menyukai pantai. Selain panas, pantai membuat saya tidak bisa”merasakan” nikmat Tuhan yang sesungguhnya. Itu tentu saja karena saya sibuk mengelap keringat. Hahahaha… tidak bisa menyeberang ke pulau kecil yang ada pura nya (yang katanya ada uler gede dan kura-kura tua didalem pura tersebut), sungguh, saya ingin melihatnya. Tapi air sedang naik. Tidak bisa melihat tari-tarian karena saya datang pagi. Dan partner saya bukan tipe orang yang punya jiwa bebas dan punya hobi berpetualang atau tertarik dengan budaya-budaya tradisional seperti itu. Totally I was bored in that island. Because I couldn’t go to anywhere. I have no friend much like here. I couldn’t found the information about ….%#$@zzzhdyet142638#$#@^*!)  yeah… you know lah! Even, I got failed on my trully purposes. Hiks… I hate that place, really. Everything is very expensive. Everything is very bored. Even I didn’t got beautiful or impression memories over there. But because something happened, I had to hided my bad feeling. And try to stayed during one month over there. *and sorry, there are no pict, cause i forgot to uploaded it.

Batavia

Sebulan kemudian, Mr. Fat ngamuk gara-gara saya nggak pamit pergi ke Bali. Dan meminta saya untuk mencari kerja di Batavia saja. Karena ia bilang ia akan membantu. Yah, dan memang he helped me. Really helped me. So,Iam really a sinner if I hurt him. I almost get a job overthere. Tapi dia sedang punya banyak rencana. So, I couldn’t stayed for a long time. I went to Batavia on March 11, 2016.  2 hari setelah hari ulang tahun saya. Actually, he asked me to came at my birthday but I couldn’t get a train ticket at that day. There is no chair. It means, All the ticket was sold out. So, I got the ticket at March 11, 2016. Itu juga karena saya pesen tiket nya mendadak. 

I bought Matarmaja train ticket. It is an economic train. It’s very cheap. The journey from Blitar to Batavia, I just spent 122.000 Rupiah for one chair. The train stopped in the last station named Pasar Senen. And I choosed to stopped at that station too. 

Kereta datang pukul 19.00 WIB di stasiun Blitar, dan nyampe Pasar Senen sekitar pukul 10 pagi. Daaann… taaa raaa.. he picked me up on the station. Of course lah. Hehehehe… Bdw, di stasiun ini kalau turun dari kereta, kita harus keluar melewati pintu keluar yang turun tangga naik tangga. Yupp! Pintu keluar dibikin semacam terowongan bawah tanah. Hal itu dilakukan untuk menghindari berjubelnya penumpang yang turun dan hendak keluar stasiun dengan penumpang yang hendak masuk untuk naik kereta. Sama kaya di stasiun Kota Lama - Malang. Naik turun tangga. Untuk yang baru pertama datang ke Batavia dan memilih berhenti di stasiun Pasar Senen, terus bingung buat nyari pintu keluar, gampang banget kok. Karena ada Papan nama gede banget yang bertuliskan EXIT atau pintu keluar. Lalu tinggal ngikutin orang-orang aja deh. Hehehe… atau kalau masih bingung, temukan petugas KAI dan  bertanya. Mereka bisa dipercaya. Sekarang Kereta Api aman kok. Dan menyenangkan. Juga di area stasiun. Tapi tetep berhati-hati ketika kamu sudah keluar dari stasiun. Karena, tetep, kejahatan ada karena kesempatan. Dan juga lebih baik lagi kalau kamu punya rekan atau kerabat disana yang bisa menjemput kamu. Karena ketika keluar, kalian akan dihadang para pasukan sopir taksi, ojek, dll. Bahkan makelar-makelar tiket masih saja merajalela di stasiun ini. Seperti kejadian saya. Baru nyampe dan mata melirik kekanan kekiri buat nyariin Mr.Fat, eh malah ditawarin mas-mas ojek pake bahasa jawa, Badhe teng pundi mbak? Monggo sareng kula mawon.” [Terjemahan:”Mau kemana mbak? Yuk mari sama saya sajah!”.] Yang ngeselin tuh yang kaya gini,”Mau kemana mbak? Malang, Surabaya, Jogya?”. Dalam hati saya,”Dengkulmu! Lha baru nyampe ditawarin tiket pulang.” Wkwkwkwkwk… Tuh kan, kosakata emperan toko-nya keluar. Wkwkwkwkwk… untung cuma dalam hati. Nah, begitu itu rayuan-rayuan gombal abang-abang makelar tiket. Duh… di stasiun gede yang udah save dan teratur begitu masih ada makelar-makelar tiket yang bikin pedes kuping. Susah ya emang ngatur orang-orang di Indonesia. Terlalu kreatif, sampai apa saja bisa dijadiin lahan pekerjaan. Mungkin Cuma di Indonesia aja yang namanya tiket kereta di-makelarin. *Plak *TepokJidat

Setelah ketemu Mr.Fat, saya menuju parkiran stasiun. Karena motornya diparkir disitu. Pake helmet biar save riding. Ternyata tempat dia dari stasiun lumayan jauh, sekitar 2 jam. Tapi kita sama sekali gak dapet macet. Bahkan saya diajak lewat jalan yang banyak pohonnya (enggak tahu sengaja apa emang jalannya ya itu. wkwkwkwk…) jadi gak panas-panas banget. Cuaca pun sedang dirundung mendung, jadi mendukung perjalanan kita dari stasiun Pasar Senen ke daerah Bintaro. Oiya, ternyata saya bisa juga turun di stasiun sebelum Pasar Senen. Tapi karena saya nggak pernah pergi kesana, saya memilih stasiun akhir aja yang lebih simple. Meskipun jadi agak jauh. Saya mendapat tempat buat stayed yang cukup aman, bersih dan menyenangkan. And he save me more. Hontou, ngejagain saya banget-banget. Kadang-kadang dia emang sedikit kuno kaya bapak-bapak. Hohohoho… 

Kota Tua (Di Malam Hari)

Saya beristirahat sebentar dan malemnya kita jalan-jalan ke Kota Tua, kebetulan juga hari itu malam minggu. Cieee…. Dating. Hehehe.... Kota Tua  merupakan kompleks museum di Batavia tetapi tidak buka di malam hari. Hanya ada penjual jajanan, pernak pernik dan anak-anak muda nongkrong di tengah-tengah area yang dikelilingi bangunan-bangunan museum. Karena hari itu malam minggu, tempat itu dipadati pengunjung. Manusia-manusia berjubel kaya abon sapi didalam kue pastel. Panas menyengat, padahal malam hari. Ada banyak food court  yang menyajikan makanan-makanan menggoda lidah. Tapi perut saya sudah kenyang karena makan dulu sebelum berangkat. Tidak ada tontonan yang menarik menurut saya. Hanya anak-anak muda (yang kata Mr.Fat biasanya orang-orang pendatang yang nyari hiburan) nongkrong dan duduk-duduk. Ada yang nyanyi-nyanyi bawa gitar, dan ada beberapa orang (atau mungkin bisa disebut band) yang kemungkinan musisi jalanan memainkan lagu-lagu bernuansa keroncong atau sunda gitu. Sebenarnya sepintas musik mereka manis dan keren. Tetapi saya tak bisa melihat performa jalanan mereka karena padatnya pengunjung. Banyak yang dijual disana, disepanjang jalan-jalan setapak di area Kota Tua. Dari pita rambut, tongsis sampai games murahan berhadiah ponsel keren (yang ga tau tu ponsel nyala atau enggak). Dari es durian sampai kerak telor. Pokoknya makanan-makanan unik yang belum terjebak dalam mulut saya atau bahkan mulut kamu, ada disana. Soal harga, saya kurang tahu, mungkin standar atau bahkan lebih murah karena pas saya beli kerak telor di tempat lain kata Mr.Fat harganya bisa lebih murah ketika beli di Kota Tua. Oiya ada juga orang-orang yang menyediakan jasa poto hantu. Jadi beberapa orang berdandan ala hantu wanita eropa, dan kalian bisa berfoto bersama mereka dengan bayaran sukarela. Sayangnya saya malas waktu itu karena terlalu ramai. Oiya ada jasa pijit juga loh. Untuk orang-orang yang tebal muka aja sih kayanya, secara pijitnya di pinggir trotoar. Dan bareng-bareng 3-4 orang. Pokoknya yang dijual disana banyak deh. Mungkin ada juga yang jual diri diam-diam. Wkwkwkwkwk… 

Minggu pagi, saya kembali kesana karena memang tujuan kita adalah Museum yang memang terletak di Kota Tua. *lagi-lagi, tidak ada pict di kota tua di malam hari, karena kamera kami tidak mendukung pencahayaan pada malam hari.

Museum Taman Prasasti


Museum ini tak jauh dari kompleks museum yang ada di area Kota Tua. Dan kami berhenti di museum ini dulu sebelum menuju museum-museum lain. Sebenarnya museum ini merupakan museum batu Nisan yang diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin tahun 1977 (saya belom lahir. Hiks…). Di depan museum kita “dihadang” oleh dua kereta kuno keraton di sisi kanan dan kiri pintu masuk. Enggak tahu juga kereta peninggalan kerajaan apa dan darimana. Enggak ada tulisan yang menunjukkan informasi dan saya juga lupa enggak bertanya-tanya. Harga Tiket Masuk (HTM) cuma 5000 rupiah per orang. Didalam banyak sekali batu-batu nisan kuno. Tentu saja yang ada di museum ini cuma batu nisan tidak ada jasad dibawahnya. Enggak tahu juga sih kalau masih ada jenasah dibawah makam-makam tersebut, karena museum tersebut memang dibangun diatas makam kuno jaman Belanda, sekitar abad ke 18. Makam ini sendiri beroperasi sejak tahun 1795, dikenal sebagai Kebon Jahe Kober. Sepertinya beberapa jenasah memang sudah diambil oleh keluarganya dan dibawa ke negara asalnya. Tetapi mungkin juga masih ada yang ditinggal disitu. Tetapi kebanyakan adalah nisan para tokoh atau pejabat atau orang-orang hebat di jaman Belanda karena makam ini awalnya memang diperuntukkan bagi kaum bangsawan. Saya mendapati batu nisan milik seorang arsitekstur, ahli sastra dan arkeologi, istri Thomas Raffles dan juga Soe Hok Gie (pasti sudah banyak yang tahu kan).Untuk arsitekturnya, jelas banget kalo nisan-nisan tersebut bergaya Eropa Klasik. Dengan model seperti peti yang ada tutupnya dan bagian atasnya sedikit miring vertikal. Kalau kamu pernah nonton film horror lama DRACULA adaptasi novel Bram stokker, kira-kira bentuk makamnya sama persis dengan peti-peti batu tempat tidurnya si vampir betina. Beberapa nisan ada yang bentuknya biasa tapi dengan ukuran super besar dan dengan ukiran-ukiran tulisan sebagai informasi siapa yang “menghuni” makam dengan nisan-nisan tersebut. Mungkin museum ini terdengar horor (meskipun kebanyakan museum memang memiliki kisah-kisah mistisisme-nya sendiri), namun didalam museum ini sangat sejuk. Pohon-pohon banyak yang tumbuh damai di sini. Beberapa pengunjung juga sibuk berkeliling dan berfoto-foto, seringnya lokasi ini memang dijadikan tempat favorit bagi pecinta fotografi. Banyak disain arsitektur yang “nyeni” banget disini. Banyak patung-patung malaikat di kanan kiri makam, dari yang duduk hingga berdiri, dari yang berwajah gembira hingga sedih. Ada patung Bunda Maria (karena masyarakat Eropa memang kebanyakan berkeyakinan Kristiani), patung perempuan menangis (yang menarik hati saya karena patung ini seolah hidup dan menangisi jiwa-jiwa yang meninggalkan jasadnya didunia). Patung perempuan menangis ini lebih tinggi dari saya kemungkinan disamakan dengan postur badan orang-orang Belanda, rambutnya pun dibuat ikal dengan dress panjang tanpa lengan, khas pakaian orang Eropa. Oh iya ada patung perempuan yang telungkup di lantai didepan dua peti mati yang pernah membawa Jenasah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta. 


Ada juga nisan yang dibangun dengan sebuah patung biola diatasnya, kemungkinan nisan tersebut milik seorang violinist. Juga patung pastur yang lumayan gede di tengah-tengah makam. Sayangnya saya tak bisa mengambil gambar didepan patung ini karena terlalu terang, silau karena cahaya matahari. Eh, ada juga nisan dengan ukuran super gede (udah cocok buat papan tulis) yang ada patung tengkoraknya, sekilas serem tapi saya rasa ini simbolik aja (karena memang orang-orang Eropa punya selera seni dan filosofi yang tinggi), yang bertujuan agar manusia yang hidup selalu ingat kalau mereka ini hanya rangka, tengkorak buruk rupa ketika mati, sehingga senantiasa bersikap rendah hati. Kabarnya tempat ini pun berhantu, tetapi saya tak menemukan kisah-kisah mistis yang tertulis di Internet. Dan saya hanya merasakan kedamaian dan sejuk saya ditempat ini, tidak ada perasaan merinding atau apapun. Buat lokasi foto pra-wedding cakep nih. 

Museum Fatahillah

Museum Kesejahteraan Jakarta atau dikenal dengan Museum Fatahilah. Masih disekitaran area Kota Tua. Harga Tiket Masuk hanya 5000 rupiah per orang. Murah kan?! Isinya? Tentu saja benda-benda kuno peninggalan kaum Nederland yang dipakai sebagai properti pmerintahan pada jaman kolonial. Mulai dari meja, lemari, kursi dan bahkan penjara wanita. Ada toko pernak pernik disini. Tapi kalau mau nyari pernak pernik mending di luar museum karena bisa jadi lebih murah. Saya sendiri ga beli apa-apa, karena saya memang tidak bermaksud berwisata tetapi hanya ingin menjelajah dan merasakan kembali bagaimana aura jaman penjajahan Belanda lewat benda-benda dan ruangan tersebut. Karena hari Minggu, jadi museum padat penduduk, padahal suasana museum enak banget buat berimajinasi dan mengarang-ngarang cerita bersetting penjajahan Belanda. Hehehehe…(again ! no pict here. cause we have been tired, kita banyak duduk-duduk didalam museum yang dingin dan collect our energies for walking in the next museum)

Museum Wayang


Next, Museum Wayang di tiket nya namanya Museum Seni Indonesia. Masih juga berada di area Kota Tua. HTM 5000 rupiah. Jadi berkunjunglah ke museum agar benda-benda tersebut bisa terurus dan adek-adek kecil bisa mengenali “mereka” satu persatu. Hohohoho…

Di museum ini, semua serba wayang. Dari yang kecil, butut, sampai yang big size. Koleksi nya banyak sekali. Ternyata oh ternyata jenis wayang sendiri ada banyak sekali. Dan terus terang saya gak hafal. Tapi ada brosur yang nyebutin beberapa jenis wayang yang dimiliki museum ini. Tapi ga usah saya sebutin aja, nanti wikipedia gak laku. Hehehehe… 



Gedung Museum Wayang awalnya adalah bangunan gereja yang dibangun tahun 1640 (belom lahir saya). Namanya dulu de Oude Holandsche Kerk (nyontek brosur dulu. Hehehe…). Tahun 1732 diganti namanya menjadi de Nieuw Holandsche Kerk dan pernah hancur akibat gempa bumi. Lembaga yang menghandle Pengetahuan dan kebudayaan Indonesia finnaly bought this build dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia. Tanggal 22 Desember 1939 lantas dijadikan Museum dengan nama Oude Bataviasche Museum dan tahun 1957 diserahkan pada Lembaga Kebudayaan Indonesia. Pertanggalan masih berlanjut, hehehe… tanggal 17 September 1962 diberikan pada Departemen P dan K lalu diserahkan kembali pada pemerintah DKI 23 Juni 1968 untuk dijadikan Museum Wayang. Tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan oleh Gubernur DKI yang paling fenomenal hehehe… Bp. Ali Sadikin. Anddd the museum mendapat perluasan bangunan dari bantuan bapak Probosutedjo pada 16 Sepetember 2003. Oiya… keluar museum saya sempat diajak nyicipin es selendang mayang, yang gurih enak seger banget dan murah meriah. Bisa dicoba kalau kamu baru pertama kali jalan-jalan kesini. 

Pelabuhan Sunda Kelapa

Gak tahu kenapa saya pengen kesini ketika ditawarin untuk mampir dan dikasih tahu kalau ini pelabuhan tertua di Batavia. bayar retribusi 3000 rupiah untuk pengendara motor. Isinya ya Cuma laut yang gak keliahatan lagi ujungnya karena ketutup kapal-kapal besar. Dan juga beberapa bangunan bertingkat yang… yeah.. its fuck and destroy the beautiful scenery in the port. Ada beberapa pengunjung yang nampak sibuk berfoto-foto. Yah disini apalagi kalau bukan untuk berfoto-foto. Karena memang tidak ada lagi sesuatu yang bisa dilihat. Dan apalagi saya… Cuma karena penasaran saja. Tapi yah… dari sini saya jadi gak benci-benci amat sama Batavia. Karena ternyata disana masih menyimpan beberapa lokasi yang “tempoe doeloe” bangeut. Dan tempat-tempat seperti inilah yang merupakan oase buat mereka yang muak sama segala sesuatu yang sifatnya menjenuhkan, hedonisme, konsumerisme, modernisasi etc. *(lagi-lagi tidak ada pict, karena kita cuma muter-muter sebentar didalem pelabuhan)
Ragunan 


I swear, this is a funny place kecuali kamu aktivis pro fauna. Hohohoho…  sebenernya sih cuma liat gorila dan monyet-monyet aja. Engga tahu kenapa Mr. Fat suka banget sama binatang ini. Padahal pingin banget liat zebra, gajah dan kuda nil tapi enggak keburu cause hujan turun, hix…. Seneng lagi kalau ada Jerapah. Sudah lama enggak liat jerapah sejak terakhir kali ke zoo (dan itu juga waktu SD). 20 ribu udah dapat tiket masuk berupa kartu, yang bisa dipake untuk 2 orang dan langsung habis termasuk ke kandang gorila.

Taman Mini Indonesia Indah

Jangan Kesini!!! Sumpah ini satu-satuya tempat yang saya nyesel banget banget nget nget nget. Masuk nya mahal. 10.000 per orang ditambah motor 6000 rupiah. Udah gitu untuk menikmati wahana pun harus biaya lagi yang mahalnya ampun-ampunan. Naik kereta aja 30.000 rupiah dan Cuma beberapa menit aja. Sumpah ini mahal!!!. Ini baru kereta biasa belom kereta gantungnya. Udah gitu jelek banget. Kotor dan nggak indah sama sekali. Setelah badmood gara-gara kereta ini, acara berfoto di rumah-rumah adat jadi membosankan. So, jangan mengunjungi tempat wisata ini kecuali pemerintah DKI menurunkan harga tiket TMII hehehehe… atau jika kamu siap dengan dompet yang cukup tebal. 

Planning ke lubang buaya pun gagal akibat waktu yang mepet untuk pulang…
Nah… sekian acara jalan-jalan saya. Yang serius-serius dan tujuan awal saya ke Batavia gak usah diceritain. Hohohoho… 

Oiya untuk kuliner, saya cuma sempat nyicipin es selendang mayang (udah saya ceritain sedikit diatas), es durian yang enak banget, ketoprak yang mirip gado-gado rasanya (dan dibeliin ketoprak yang namanya double Xl, sumpah banyak banget isinya) sama kerak telor yang gurih-gurih enek dan agak mahal  (menurut saya kerak telor ini bisa dimakan pake saus cokelat, karena memang rasanya yang gurih mirip kue kering atau martabak telor, karena topingnya cuma abon dan serondeng aka parutan kelapa yang digoreng jadi rasanya datar. Tapi Mr.Fat bilang enggak enak pake cokelat dan kita masih memperdebatkan hal itu. *silly), tapi overall enak semua. Hohohoho…




so, enough for today. Thanks for reading…

Kamis, 14 April 2016

REVIEW ANIME ; K-ON

Konbanwa minna san…

Saya akan meracau tentang anime lagi nih. Anime bergenre musik, sekolah, dan cewek-cewek.
Meski saya sudah 26 tahun, tapi tetap, anime I love. Watashi no kanojo, yang bahkan lebih tua dari saya 5 tahun, juga masih sama-sama suka anime. Tapi ia penggemar berat One Piece. Dia bahkan ngikutin anime nya dari episode 1 sampai yang kesekian (edian…) saya juga suka One Piece tapi belum ngikutin sampai sejauh itu. Personally, I like all anime’s genre. Kalau dia, mungkin karena he’s a man, jadi dia suka yang agak ada action nya.

Nah ini kenapa jadi nyeritain dia sih. Hehehehehe… sorry, khilaf!

Langsung saja, saya akan mereview sebuah anime berjudul K-ON.  K-ON sendiri merupakan sebuah klub Karui Ongaku atau berarti musik ringan, yang lalu disingkat K-ON.

Cerita dimulai dari masuknya siswa siswi baru di sebuah sekolah bernama SMA SAKURA. Murid-murid baru mulai sibuk mencari dan mendaftarkan diri di klub-klub sekolah. Termasuk Tainaka Ritsu yang memaksa temannya Akiyama Mio untuk bergabung di K-ON bu (bu = klub dalam bahasa Jepang). Ritsu chan merobek formulir pendaftaran klub bahasa milik Mio chan. Tetapi ketika mereka hendak mendaftarkan diri di K-ON klub tersebut, guru mereka bernama Sawako san (nantinya akan jadi guru pembimbing mereka) berkata bahwa semua anggota klub tersebut sudah lulus, jadi klub tersebut hendak dibubarkan. Namun Ritsu chan bersikeras untuk bergabung di klub, menurutnya jika semua anggotanya lulus, ia justru bisa menjadi ketua klubnya. Sawako sensei memberitahunya, jika ia ingin klub tersebut tetap eksis, maka ia harus mengumpulkan anggota minimal 4 orang, karena itu syarat umum berdirinya sebuah klub.

Seorang murid datang ke ruang musik (yang juga akan jadi markas besar klub K-ON nantinya). Ia bernama Kotobuki Mugi. Awalnya ia hendak mencari ruangan klub Paduan Suara. Tetapi karena terharu melihat “drama” dan “perdebatan” diantara Ritsu chan dan Mio chan, ia langsung memutuskan untuk bergabung dengan klub itu.

Di ruangan lain, seorang murid bernama Hirasawa Yui kebingungan untuk memilih klub. Teman kecilnya Nodoka chan menyarankan dia untuk bergabung dalam sebuah klub kalau dia tidak ingin menjadi NEET ketika lulus. Di papan pengumuman, ia melihat poster K-ON. Ia berfikir bahwa di klub musik ringan ia bisa memainkan kastanyet yang ia pelajari di taman kanak-kanak dulu. Lantas ia bergabung di klub itu.

Ketika pertama kali masuk ruang musik, ia dicecar berbagai pertanyaan. Yui chan kebingungan dan terkejut karena ternyata yang klub K-ON butuhkan sebenarnya adalah seorang gitaris. Sedangkan ia tak bisa memainkan alat musik apa-apa. Ia lalu memutuskan untuk berkata jujur, bahwa ia tak bisa memainkan alat musik apapun dan hendak keluar dari klub. Namun Ritsu chan, Mio chan dan Mugi chan mencegahnya karena mereka membutuhkan anggota, kalau tidak klub mereka akan dibubarkan . Mereka berjanji akan mengajari Yui chan belajar gitar.

So, the band was complete. Ritsu on drum. Mio on Bass. Mugi on Keyboard. And Yui on Guitar.

Tapi ketika menyodorkan formulir pendaftaran klub kepada dewan murid (atau OSIS), mereka lupa mencantumkan nama guru pembina mereka karena pada dasarnya mereka belum mendapatkan guru pembina. Mereka lalu mendatangi Sawako sensei, karena menurut mereka, Sawako sensei lah satu-satunya harapan mereka. Namun Sawako sensei menolak karena ia sudah menjadi Guru Pembimbing klub paduan suara. Tetapi Yui chan cs memaksa Sawako sensei dengan ancaman secara tidak langsung, yakni dengan menunjukkan foto lama Sawako sensei ketika menjadi anggota band metal (di klub K-ON juga). Takut itu merusak reputasinya sebagai guru baik hati, lembut dan cantik, ia akhirnya mengikuti kemauan Yui chan cs, terlebih ketika ia tau bahwa di klub itu ada tradisi minum teh dan kue-kue lezat yang dibawa Mugi chan.

Banyak kejadian yang telah dilewati anggota K-ON. Mulai dari Yui chan yang belajar gitar mati-matian sampai ia gagal ujian, camp training (yang ujungnya main-main), korban fashion nya Sawako sensei, kerja part time, sampai Mio chan yang jatuh di panggung festival sekolah sampai pantsu (celana dalam) -nya kelihatan. Juga pencarian anggota baru ketika penerimaan siswa baru. Adik Yui chan yakni Hirashawa Yuu atau Ui chan juga masuk di sekolah yang sama dengan Yui chan. Ia berteman dengan Jun chan dan Azusa chan. Awalnya Jun chan lah yang mendatangi ruang musik, namun ia akhirnya batal bergabung karena melihat kelakuan-kelakuan konyol anggota K-ON. Sedangkan Azusa chan lah yang akhirnya menjadi second guitarist di band yang akhirnya diberi nama Houkage Tea Time atau Afterschool Tea Time atau Waktu Ngeteh Sepulang Sekolah. Ini nama dadakan yang dibuat oleh Sawako sensei ketika mereka berdebat tentang pemilihan nama untuk mengisi formulir festival budaya di SMA SAKURA. Dan mereka menyetujui pemilihan nama itu. Azusa chan sempat mengalami konflik batin ketika melihat klub yang kerjanya cuma malas-malasan dan nge-teh itu. Tetapi ia akhirnya menyadari bahwa betapa menyenangkannya berteman dan bergabung dengan klub K-ON. Ia menemukan persahabatan yang sejati di klub itu.

Menurut informasi yang saya dapat dari majalah AniMonster tahun 2009, anime ini diadaptasi dari sebuah manga karangan KAKIFLY untuk majalah Manga Time Kirara. Dan anime nya dirilis di bulan April 2009. Jadi sudah 5 tahun yang lalu. Anime ini terdiri dari 2 season. Season pertama terdiri dari 13 episode dan 1 OVA. Season ke-2 ada 27 episode.

Sedangkan cerita nya sendiri tidak membosankan. Ada adegan-adegan lucu sampai menyebalkan dalam anime ini. Ada juga adegan yang bikin terharu. Apalagi di season dua episode 24, ketika semua lulus sekolah dan tinggal Azusa chan (this is my favourite scene), Azusa chan bersedih dan senpai-senpai nya menyanyikan sebuah lagu yang nanti juga akan saya upload  mp3 nya hasil convert video dan potongan videonya serta posting lirik  disini.

Untuk karakter-karakternya, berikut ulasannya :

HOUKAGE TEA TIME

1.      TAINAKA RITSU a.k.a Ricchan DRUMMER

Ketua klub yang sedikit kasar, tetapi semangat-nya tinggi. Ia suka bermalas-malasan, sama seperti Yui chan. Dan sedikit Tomboi. Ritsu chan yang oleh Yui chan dipanggil Ricchan, adalah teman masa kecil Mio chan. Ia sering menggoda Mio chan yang penakut dan pemalu. Ia memilih bermain drum karena menurutnya memainkan alat musik dengan jari itu menyusahkan. Dia lah yang pertama kali membentuk Band dalam klub K-ON.

2.      AKIYAMA MIO a.k.a Mio Chan BASSIST, LYRICS WRITTER, VOCALIST



Mio chan adalah gadis penakut. Ia takut dengan yang seram-seram, mulai dari cerita horor, gambar seram, growl vocal Sawako sensei dalam kaset rekaman, suasana horor, teritip sampai darah. Selain itu ia juga sangat pemalu, terlebih ketika ia harus mengisi posisi vokal. Tetapi ia sangat dewasa, cantik, seksi, tinggi dan keren. Ia bahkan punya fansclub-nya sendiri sejak ia jatuh dipanggung festival sekolah dan kelihatan pantsu nya. Ia merupakan korban langganan Ricchan untuk dijahili dan Sawa chan (sensei) untuk dipakaikan baju-baju nyeleneh. Mio chan juga kidal, dan ia sangat menyukai alat-alat musik yang diperuntukkan untuk orang-orang kidal.


3.      KOTOBUKI MUGI a.k.a Mugi Chan - KEYBOARDIST



     Gadis lemah lembut yang pertama kali bergabung dengan klub/band bentukan Ricchan dan Mio chan. Mugi chan mudah terharu dan santai. Meskipun begitu dia adalah satu-satunya “tuan puteri” di klub K-ON. Orangtuanya kaya raya. Setiap hari ia membawa kue-kue lezat dan teh ke klub. Juga memberi diskonan untuk gitar Yui chan yang mahalnya ampun-ampunan (Yui chan memilih gitar karena alasan imut bukan kemampuannya membeli). Karena ternyata toko alat musik tersebut juga cabang milik ayah Mugi chan. Berkat Mugi chan lah, klub K-ON bisa camp training (atau lebih tepatnya main-main) di villa-villa mewah kepunyaan Ayah Mugi chan. Namun begitu ia tetap rendah hati.

4.      HIRASHAWA YUI a.k.a Yui Chan LEAD GUITARIST, VOCALIST, LYRICS WRITTER

Yui chan adalah gadis polos tetapi pemalas, pelupa, ceroboh, dan kekanak-kanakan. Meskipun begitu ia mudah menyayangi orang lain terutama teman-temannya dan adiknya. Ia suka memeluk Azusa chan. Tidak suka panas dan tidak suka dingin (ini saya banget. Hahaha… ). Suka makan, terlebih yang manis-manis. Dan ia akan bekerja keras untuk sesuatu yang menjadi tujuannya. Tetapi terkadang ia juga mudah menyerah. Ia punya kemampuan belajar yang hebat, meskipun ia belajar dari melihat bukan membaca.

5.      NAKANO AZUSA a.k.a Azunyan GUITARIST



Murid angkatan baru. Satu-satunya anggota yang masih bertindak normal. Wkwkwkwk… Awalnya ia akan bergabung dengan klub Jazz namun menurutnya Jazz yang dimainkan klub itu tidak sesuai dengan keinginannya. Ia pendek tetapi imut. Ia menjadi korban fashion kedua oleh Sawa chan. Yui chan memanggilnya Azunyan, karena ia imut sekali ketika memakai bando telinga kucing pemberian Sawa chan bahkan ia dipaksa mengucapkan kata “Meow” oleh Ricchan. Permainan gitarnya lebih hebat dari Yui chan. Ia belajar gitar sejak kelas 4 SD, karena ayah dan ibunya merupakan anggota band beraliran Jazz. Namun begitu ia tetap rendah hati, menyadari posisinya sebagai adik kelas. Awalnya ia menyesal telah bergabung di klub, tetapi ia kemudian menikmati nya. Ia selalu sepaham dengan Mio chan untuk semangat latihan. Tetapi pada akhirnya, ia tetap mengikuti teman-temannya yang lain untuk bermain-main.

ANOTHER CHARA :

1.      YAMANAKA SAWAKO a.k.a Sawa Chan/Sawako Chan K-ON TEACHER, EX K-ON MEMBER


Guru pembimbing klub K-ON dan klub paduan suara. Meskipun begitu ia lebih banyak bersama klub K-ON. Selain karena ia bisa jadi dirinya sendiri, ia juga bisa menikmati teh dan kue-kue lezat yang dibawa Mugi chan. Ia merupakan mantan anggota Klub K-ON juga. Bahkan di klub tersebut ia membuat sebuat band beraliran Heavy Metal dengan dandanan super seram. Ia pandai bermain gitar. Di luar klub, ia menciptakan image sebagai guru yang manis, imut dan baik hati. Ia suka membuat kostum yang aneh-aneh untuk K-ON member. Tetapi kebanyakan ditolak oleh mereka. Yui chan memanggilnya Sawako chan, seringnya Sawa chan karena Sawako chan memang masih terlihat imut. Hehehehe…

2.      HIRASHAWA YUU a.k.a UI Chan YUI’S SISTERS

Dia 1 tahun lebih muda dari Yui chan. Namun ia memiliki kepribadian yang berbeda dengan kakaknya. Ia ramah dan pintar. Ui chan mengurus segala keperluan di rumah. Ia pandai dalam hal apapun termasuk memasak. Ui chan bahkan pernah menyamar menjadi Yui chan dan menggantikan Yui chan bermain gitar. Ia selalu mengambil alih tugas-tugas Yui chan. Dan selalu mengkhawatirkan kakaknya. Ui chan bahkan mendaftar di sekolah yang sama dengan kakaknya karena dia terlalu khawatir. Ui chan selalu memanjakan kakaknya, dari membuatkan makanan sampai menyuapinya. Ia lebih cocok menjadi kakak daripada menjadi adik. (bahagianya kalau punya adik seperti Ui chan.xixixixi… ).

3.      MANABE NODOKA STUDENT’S COUNCIL LEADER


Awalnya ia adalah anggota dewan murid, tetapi di kelas dua ia menjadi ketua dewan. Teman Yui chan sejak kecil. Tapi ia lebih normal dari Yui chan. Dia tegas, disiplin, pintar, tetapi juga suka membantu. Ia juga menjadi ketua Mio Fanclub menggantikan Sokabe Megumi, Ketua dan pendiri Mio Fanclub.

4.      JUN Chan YUI’S CLASSMATE


Teman sekelas Yui chan dan Azunyan yang batal bergabung dengan klub K-ON dan memilih bergabung dengan klub Jazz. Tetapi ia sangat dekat dengan Yui chan dan Azunyan. Ia bahkan menyarankan Azunyan membuat kue valentine untuk senpai-senpai nya di klub K-ON. Juga membantu Azunyan mencari anggota baru dan bermain musik untuk dipersembahkan pada senpai-senpainya di K-ON sebagai ucapan perpisahan dan kelulusan. Gomenasai, saya enggak tahu nama lengkap si Jun chan ini. Tapi kalau nggak salah sih, SUZUKI JUN. Tetapi pada akhirnya, ia berjanji pada Azunyan akan bergabung dengan Klub K-ON kalau ketika senpai-senpai nya lulus Azunyan belum juga mendapat anggota.

5.      SOKABE MEGUMI LEADER’S MIO FANSCLUB, STUDENT’S COUNCIL LEADER

Kakak kelas Yui chan cs dan Ketua Dewan Murid sebelum Nodoka chan. Ia muncul tidak lebih dari 3 kali di anime ini. Tetapi tokoh ini punya adegan penting di scene ketika ia mengakui bahwa ia lah ketua Mio Fansclub. Ia mengagumi Mio chan. Bahkan ketika dia lulus, K-ON bernyanyi secara spesial untuk senpai mereka ini sebagai bentuk rasa terimakasih.

Sou, itulah ceracau saya tentang anime ini. Overall, anime ini layak ditonton meskipun sudah tayang 5 tahun yang lalu di negara aslinya. Saya berulang kali nonton tapi tidak bosan-bosan karena memang banyak adegan lucu. Saya berharap ada live action nya. Saya mencari-cari di youtube tetapi hanya ada parodinya yang menurut saya enggak banget. Oh iya, bagi yang penasaran, bisa unduh dan visiting link ke kurogaze.net

Dan disini saya akan meninggalkan lirik dan potongan video episode 24 season dua Anime K-ON, dimana Yui chan cs menyanyikan lagu untuk Azunyan sebagai hadiah perpisahan sebelum mereka benar-benar pergi meninggalkan Azunyan. Lagunya lumayan easy listening, maknanya juga dalam. Saya bahkan sempat meneteskan air mata karena terharu. Itulah sebabnya lagu untuk Azunyan ini saya spesialkan. Dan karena enggak tahu judulnya, maka saya beri nama SONG FOR AZUSA CHAN.






Music Video Song For Azunyan : HERE


LYRIC OF SONG FOR AZUNYAN

(Yui) Ne, Omoide No Kakera Ni Namae Wo Tsukette Hozon Suru Nara Dakara Mono Ga Bitari Dane
Ya, Kalau Kau Mau Menuliskan Namamu Pada Kepingan Kenangan Dan Akan Kau Simpan Selamanya...

(Mio) Sou, Kokoro  No Youbie Youbi Aru, Ippai Ni Naru Purai Ni
Ya, Hari2 Yang Menyentuh Hati Yang Selalu Kita Harapkan

Zuttoshita Ne, Tokimeki Iro No Mainichi
Terasa Selamanya, Sangat Banyak Yang Kita Lalui Tiap Harinya.

(Ritsu) Najin Ta Seifuku To Uwabaki Hoitoboodo No Rakugaki
Ku Tak Bisa Muak Akan Seragam, Sepatu Dalam Ruangan, Atau Coretan Diatas Papan Tulis

(Mugi) Ashita No Irikuchi Ni Oide Kana Kucha Ikenai No Kana?
Digerbang Besok, Apa Aku Harus Mendekatinya Atau Biarkan Dia Yang Mendekatiku?

REFFRAIN :

(Yui) Demo Ne Areta Yo Suteki Na Tenshi Ni
Tapi Disana Ada Malaikat Yang Anggun

Sotsugyou Wa Owari Janai
Kelulusan Bukanlah Akhir

Kore Kara Mo Nakama Dakara
Karena Kita Sahabat Selamanya

Issho No Sasshi Tachi
Foto Kita Bersama

Osoro No Kiro Fuda
Atau Tanda Di Punggungmu

Itsumade Mo Kagayaiteru
Selamanya Kan Terus Bersinar

Zutto Sono Egao Arigatou
Terima Kasihku Untuk Senyummu Selama Ini

(All) Eki No Hoomu Kawara No Michi Nagare Zette Mo Onaji Sora Niagete
Di Stasiun Atau Ditepi Sungai, Sepanjang Kita Masih Hidup Dibawah Langit Yang Sama

Yunizon De Uta Ooooo
Lagu Kita Kan Terus Bergema Oooo...

BACK TO REFFRAIN:

Demo Ne Areta Yo Suteki Na Tenshi Ni
Tapi Disana Ada Malaikat Yang Anggun

Sotsugyou Wa Owari Janai
Kelulusan Bukanlah Akhir

Kore Kara Mo Nakama Dakara
Karena Kita Sahabat Selamanya

Daisuki Te Yuu Nara Daidaisuki Tekaisu Yo
Kalau Kau Sangat Menyayangi Kami,Kami Menyayangimu Jauh Lebih Dalam Lagi

Wasurenemo Mo Nai Yo Ne
Jangan Lupakan Kami

Zutto Eien Ni Issho Dayo
Karena Kami Selamanya Kan Terus Bersamamu